PELATIHAN BUDIDAYA DAN PEMASARAN IKAN CUPANG HIAS UNTUK MENGATASI MASALAH EKONOMI DI MASA PANDEMI

Erwan Setiawan, Ramdhan F. Suwarman, Andri Firmansyah, M. Dodi Saputra

Abstract


Pandemi COVID-19 memberikan dampak yang serius di sektor ekonomi. Sekitar 47 persen UMKM berhenti usaha diakibatkan turunnya omset penjualan. Berbeda dengan bidang ekonomi lain yang mengalami penurunan omset, bisnis ikan cupang hias mencatatkan hal sebaliknya. Peningkatan omset mencapai 70% dirasakan para peternak ikan cupang hias selama pandemi ini. Mengingat akhir pandemi yang tidak bisa diprediksi maka jenis bisnis ini sangat menarik untuk dicoba oleh masyarakat. Permasalahan utama yang muncul adalah minimnya pengetahuan masyarakat akan ikan cupang hias. Maka pemberian pelatihan budidaya ikan cupang hias dan cara pemasarannya menjadi solusi yang sangat efektif. Kegiatan pelatihan dilakukan langsung di lokasi peternak ikan cupang hias yang ada di Cianjur agar masyarakat mudah menyerap materi yang disampaikan. Selain memberikan materi pelatihan, masyarakat juga dibekali sepasang indukan ikan cupang hias sebagai modal untuk mencoba melakukan budidaya di rumah masing-masing. Hasilnya beberapa masyarakat sudah dapat melakukan budidaya sampai dengan tahap menetaskan telur ikan cupang hias, sedangkan untuk pembesaran masih memerlukan waktu yang lebih lama sekitar 3 bulan. Selain itu, budidaya kutu air sebagai pakan alami ikan cupang hias pun sudah bisa dilakukan. Kesimpulan yang dapat diambil dari kegiatan ini adalah budidaya ikan cupang hias ini dapat memberikan alternatif usaha tambahan guna menambah pendapatan masyarakat dan melalui budidaya ini beberapa jenis usaha baru yang berkaitan dengan ikan cupang hias menjadi bermunculan


Full Text:

PDF

References


J. G. Rizal, “Pandemi Covid-19, Apa Saja Dampak pada Sektor Ketenagakerjaan Indonesia?,” Kompas, 2020. https://www.kompas.com/tren/read/2020/08/11/102500165/pandemi-covid-19-apa-saja-dampak-pada-sektor-ketenagakerjaan-indonesia.

F. U. Sofuroh, “Data Kemnaker: Pekerja Terdampak COVID-19 Capai Sekitar 3 Juta Orang,” Detik, May 2020. https://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/d-5009421/data-kemnaker-pekerja-terdampak-covid-19-capai-sekitar-3-juta-orang.

H. Khatimah, “Bisnis Ikan Cupang di Bogor Kebal Pandemi Covid-19, Omzet Meningkat,” AYO BOGOR.COM, Aug. 2020. https://m.ayobogor.com/read/2020/08/24/8264/bisnis-ikan-cupang-di-bogor-kebal-pandemi-covid-19-omzet-meningkat.

T. Maharani, “Jubir Pemerintah: Tetap Tinggal di Rumah adalah Solusi Terbaik Cegah Penyebaran Covid-19,” Kompas, 2020. https://nasional.kompas.com/read/2020/04/04/17042991/jubir-pemerintah-tetap-tinggal-di-rumah-adalah-solusi-terbaik-cegah.

E. Kusrini, “Budidaya Ikan Hias Sebagai Pendukung Pembangunan Nasional Perikanan Di Indonesia,” Media Akuakultur, vol. 5, no. 2, p. 109, 2010, doi: 10.15578/ma.5.2.2010.109-114.

P. Oto, “Pemanfaatan Lahan Sempit Sebagai Tempat Budidaya Ikan,” Aksiologiya J. Pengabdi. Kpd. Masy., vol. 3, no. 2, pp. 113–123, 2019.

Annur, Madinawati, S. F. Mangitung, and Rusaini, “EMBRIOGENESIS IKAN CUPANG ( Betta splendens) THE EMBRYOGENESIS OF SIAMESE FIGHTING FISH (Betta splendens),” J. Agrisains, vol. 17, no. 3, pp. 137–140, 2016.

F. Saputra and T. R. Efianda, “Pelatihan Manajemen Pemeliharaan Ikan Cupang Sebagai Ikan Hias Yang Berpotensi Meningkatkan Pendapatan Masyarakat,” J. Mar. Kreat., vol. 2, no. 1, pp. 44–49, 2020, doi: 10.35308/.v2i1.2274.

N. To’bungan, “Pengaruh Perbedaan Jenis Pakan Alami Jentik Nyamuk, Cacing Darah (Larva Chironomus sp.) dan Moina sp. terhadap Pertumbuhan Ikan Cupang (Betta splendens),” Biota, vol. 1, no. 3, pp. 111–116, 2016.




DOI: https://doi.org/10.32897/abdimasusb.v2i1.511

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Published by:

Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM)
Universitas Sangg Buana
Bandung, Jawa Barat, Indonesia
p-ISSN: 2745-5912 | e-ISSN: 2745-9047

Creative Commons License
Techno-Socio Ekonomika by LPPM USB licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.