Analisa Potensi Industri Berdasarkan Pada Sumber Daya Alam Di WPPI Sulawesi Tenggara

Sofiani Nalwin Nurbani

Sari


Peningkatan daya saing industri secara berkelanjutan membentuk landasan ekonomi yang kuat berupa stabilitas ekonomi makro, iklim usaha dan investasi yang sehat. Salah satu bentuk program yang dapat menjawab hampir semua strategi tersebut adalah pengembangan wilayah yang merupakan sebagai sarana percepatan pembangunan industri regional atau persebaran Industri dan menstimulasi aglomerasi industri, penyediaan fasilitas untuk aktifitas industri yang lebih terjamin yang berarti menciptakan iklim yang kondusif bagi investor, dan promosi pembangunan berkelanjutan yang ramah lingkungan melalui penyiapan kawasan yang memiliki keunggulan geo-ekonomi dan geo-strategi dan berfungsi untuk menampung kegiatan industri, ekspor, impor, dan kegiatan ekonomi lain yang memiliki nilai ekonomi tinggi dan daya saing internasional.

Struktur sektor industri merupakan penjabaran atau pengolahan dari sumberdaya alam. Struktur sektor industri dapat dilihat berdasarkan pohon industri tiap komoditi yang menjadi bahan dasar industri. Semua struktur sektor industri harus memperhatikan kerangka bangun industri Nasional. Jika dilihat berdasrakan kerangka bangun industri nasional di atas maka struktur sektor industri untuk komoditi potensial WPPI Sulawesi Tenggara terletak pada Industri Hulu  yang terdiri atas industri hulu Agro, Industri Logam Dasar dan Bahan Galian bukan Logam dan Industri Kimia Dasar Berbasisi Migas dan Batubara.

Berdasarkan hasil perhitungan dengan menggunakan metode LQ untuk komoditi hasil pertanian tanaman pangan dengan sumber data dari BPS Provinsi tahun 2016, baik itu nilai LQ berdasarkan luas lahan dan produksi diperoleh daerah basis yang beda-beda untuk setiap daerah. Analisa potensi komoditi potesial disimpulkan berdasarkan hasil perhitungan LQ, DLQ, dan Shift Share, serta memperhatikan daerah basis baik itu berdasarkan nilai basis yang dominan dari tiap analisa.

Potensi komoditi perkebunan yang paling besar di Wilayah WPPI Sulawesi Tenggara adalah Komoditi Kakao sebesar 39,79 % dari luas total perkebunan seluas 304.410 hekter. Luas perkebunan Kakao tersebar di semua wilayah WPPI Sulawesi Tenggara dengan luas terbesar terletak di Kabupaten Kolaka Timur seluas 69.574 hektar dengan produksi sebesar 31.813 ton kakao. komoditi rumput laut dengan produksi sebesar 675.528,93 Ton atau sekitar 83,89% dari total produksi perikanan dan budidaya yang ada. Potensi rumput laut terbesar berada di Kabupaten Morowali sebesar 460.176,3 Ton atau sekitar 68,12%.

 

Kata Kunci: Industri Hulu, LQ, Potensi Alam


Teks Lengkap:

PDF

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.


 

This Journal is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.