PERBANDINGAN CAMPURAN JUMLAH SEMEN DAN CALCIUM CARBONATE UNTUK PENINGKATAN KEKUATAN BETON PADA UJI LABORATORIUM

Heri Sismoro, Desi Anggraeni

Abstract


Beton merupakan komposisi bahan bangunan yang paling sering digunakan pada proyek pembangunan gedung- gedung bertingkat. Selain karena bahan-bahannya yang mudah didapat, beton juga memiliki nilai ekonomis yang tinggi. Pada penelitian ini, Calcium Carbonate digunakan sebagai variasi campuran pasir dengan kuantitas 10% dari volume pasir. Kapur juga digunakan sebagai bahan campuran air dalam penelitian ini, sebagai campuran air untuk perawatan beton dengan konsentrasi 10gr/100ml air. Kapur yang digunakan pada penelitian ini merupakan jenis kapur hidrolis.
Pasir pasang memiliki kadar lumpur yang lebih tinggi yaitu sekitar 8,594%, sedangkan kadar lumpur yang terkandung pada pasir beton hanya sekitar 3,456%, sehingga beton yang menggunakan pasir pasang tidak mencapai kuat tekan rencana K300 pada umur beton 28 hari.
Pada sampel beton normal dengan menggunakan pasir pasang, peningkatan kuat tekan umur 7 hari ke 28 hari sebesar 41,89% yaitu 24,35 MPa pada umur beton 28 hari. Dan pada sampel beton normal dengan menggunakan pasir beton, peningkatan kuat tekan umur 7 hari ke 28 hari sebesar 39,23 yaitu 28,88 MPa pada umur beton 28 hari. Sedangkan pada sampel beton campuran 10% abu batu dengan menggunakan pasir pasang, peningkatan kuat tekan umur 7 hari ke 28 hari sebesar 42,85yaitu 23,78 MPa pada umur beton 28 hari. Untuk beton campuran 10% Calcium Carbonate dengan menggunakan pasir beton, peningkatan kuat tekan umur 7 hari ke 28 hari sebesar 38,75%yaitu 27,74 MPa pada umur beton 28 hari.


Keywords


Pasir;Campuran; Beton

Full Text:

PDF

References


Badan Standarisasi Nasional, “SNI 03-2834-2000: Tata cara pembuatan rencana campuran beton normal,” Sni 03-2834-2000, 2000.

Gromicko N. and Shepard K., “The History of Concrete,” Six Sigma Deploy., 2003.

SNI1974-2011, “Cara Uji Kuat Tekan Beton dengan Benda Uji Silinder,” Badan Stand. Nas. Indones., 2011.

M. Ryanto, “Kajian Beton Polimer Menggunakan Bahan Campuran Perekat Resin Terhadap Kuat Tekan Beton Dengan Pengujian Kuat Tekan Beton,” TECHNO-SOCIO Ekon., 2019, doi: 10.32897/techno.2019.12.1.1.

M. I. A. Aleem and P. D. Arumairaj, “GEOPOLYMER CONCRETE- A REVIEW,” Int. J. Eng. Sci. Emerg. Technol., 2012, doi: 10.7323/ijeset/v1_i2_14.

P. B. Indonesia, “Agregat,” Nugroho, E K O Hindaryanto. Tek. Sipil Univ. Sebel. Maret Surakarta, 2010.

I. M. Salain, “Pengaruh jenis semen dan jenis agregat kasar terhadap kuat tekan beton,” Teknol. dan Kejuru., 2009.

T. Cara, P. C. Agregat, SNI 7974, SNI 03-1971-1990, and SNI 1970, “Metode pengujian kadar air agregat,” Bandung Badan Stand. Indones., 1990.




DOI: https://doi.org/10.32897/simteks.v1i1.807

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2021 Sistem Infrastruktur Teknik Sipil (SIMTEKS)

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

Published by:

Program Studi Teknik Sipil  
Fakultas Teknik
Universitas Sangg Buana
Bandung, Jawa Barat, Indonesia
p-ISSN: 2655-8149 

Creative Commons License
SIMTEKS by Program Studi Teknik Sipil licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

View My Stats