PENGARUH FRAUD HEXAGON DALAM MENDETEKSI FRAUDULENT FINANCIAL STATEMENT

Helen Leonora, Prima Apriwenni

Abstract


Setiap tahunnya selalu saja terjadi kasus kecurangan yang menjadi masalah di dalam perusahaan. Terkadang perusahaan menunjukkan hasil kinerja yang tidak mencerminkan keadaan sebenarnya. Dikarenakan perusahaan ingin dipandang bagus oleh semua orang sehingga memungkinkan perusahaan melakukan pemalsuan data yang dipublikasikan. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengaruh fraud hexagon dalam mendeteksi potensi terjadinya fraudulent financial statement pada industry keuangan khususnya perbankan. Metode penelitian ini adalah kuantitatif. Teknik analisis menggunakan software IBM SPSS yang digunakan pada penelitian ini adalah analisis regresi berganda, yaitu uji F, uji t, dan uji koefisien determinasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan metode Fraud Hexagon dapat membantu meningkatkan kemampuan deteksi potensi kecurangan dalam pelaporan keuangan. Dengan mempertimbangkan enam variabel utama yang terkait dengan potensi kecurangan, perusahaan dapat mengidentifikasi pola atau perilaku yang mencurigakan dalam laporan keuangan mereka. Lebih lanjut, metode ini memiliki tingkat keberhasilan yang lebih tinggi dibandingkan dengan pendekatan lain yang hanya mempertimbangkan satu atau dua variabel saja. Kesimpulan dalam penelitian ini adalah tidak dapat disimpulkan pengaruh pressure, opportunity, capability, rationalization dan collusion terhadap Fraudulent Financial Statement. Sedangkan terdapat cukup bukti bahwa variabel arrogance berpengaruh terhadap Fraudulent Financial Statement

Keywords


Arrogance; Capability; Collusion; Fraud Hexagon; Fraudulent Financial Statement

Full Text:

PDF

References


AICPA, SAS No. 99. (2002). Consideration of Fraud in a Financial Statement Audit, AICPA. New York.

Alfarago, D., Syukur, M., & Mabrur, A. (2023). the Likelihood of Fraud From the Fraud Hexagon Perspective: Evidence From Indonesia. ABAC Journal, 43(1), 34–51.

Anisykurlillah, I., Ardiansah, M. N., & Nurrahmasari, A. (2023). Fraudulent Financial Statements Detection Using Fraud Triangle Analysis : Institutional Ownership as A Moderating Variable. Accounting Analysis Journal, 11(2), 138–148. https://doi.org/10.15294/aaj.v11i2.57517

Artaningsih, P. D. (n.d.). Pengaturan Hukum Terhadap Produk Industri Rumah Tangga Pangan Tanpa Izin Edar. Jurnal Kertha Desa, 8(11).

Association of Certified Fraud Examiners (2018). Report to The Nations:Global Study On Occupational Fraud and Abuse. ACFE Inc. US.

Agatha, B. R., & Nurlaela, S. (2020). Kepemilikan Manajerial, Institusional, Dewan Komisaris Independen, Komite Audit dan Kinerja Keuangan Perusahaan Food and Beverage. E-Jurnal Akuntansi, 30(7), 1811–1826.

Aprilia, R., Syarifuddin, & Haerial. (2021). Analisis Kecurangan Laporan Keuangan Melalui Fraud Hexagon Theory. Fair Value: Jurnal Ilmiah Akuntansi Dan Keuangan, 4(3), 753–767. https://doi.org/10.32670/fairvalue.v4i3.735

Brigham, Eugene F. dan Houston, Joel F. (2011). Dasar-dasar Manajemen Keuangan Terjemahan. Edisi 10. Jakarta: Salemba Empat.

Cressey, D. R. (1953). The Criminal Violation of Financial Trust. American Sociological Review

Crowe, H. (2011). Why The Fraud Triangle Is No Longer Enough. In Horwath, Crowe LLP.

Darise, R. F., Kalangi, L., & Gamaliel, H. (2021). Faktor-Faktor Yang Memengaruhi Fraudulent Financial Statement Studi Empiris Pada Perusahaan (Sektor Perbankan Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia Rezky). Jurnal Riset Akuntansi Dan Auditing “GOODWILL”, 12(2), 416–434.

Dewi, L. U., Dewi, P. E. D. M., & Julianto, I. P. (2020). Pengaruh Greed, Opportunity, Pressure, dan Efektivitas Pengendalian Internal terhadap Financial Statement Fraud (Studi Kasus pada PT. BPR Suryajaya Kubutambahan dan PD BPR Bank Buleleng 45). Jurnal Ilmiah Akuntansi Dan Humanika, 10(1), 73–83.

Dewi, M. A. (2021). The Effect of Fraud Pentagon on Fraudulent Financial Statement of Banking in Indonesia. Esensi: Jurnal Bisnis Dan Manajemen, 11(2), 189–206. https://doi.org/10.15408/ess.v11i2.23031

Ghozali, I. (2016). Aplikasi Analisis Multivariate Dengan Program IBM SPSS 20 (Edisi 8). Catatan ke VIII. Semarang : Badan Penerbit Universitas Diponegoro.

Hidayah, E., & Saptarini, G. D. (2019). Pentagon Fraud Analysis in Detecting Potential Financial Statement Fraud of Banking Companies in Indonesia. Uii-Icabe 2019, 2010, 89–102.

Hartadi, B. (2022). Pengaruh Fraud Hexagon terhadap Fraudulent Financial Statements pada Perusahaan Badan Usaha Milik Negara Indonesia yang Terdaftar di Bei pada Tahun 2018-2021. Jurnal Pendidikan Tambusai, 6(2), 14883–14896.

Jensen, M., C., dan W. Meckling. (1976) . “Theory of the firm: Managerial behavior, agency cost and ownership structure”, Journal of Finance Economic 3:305- 360.

Kristianti, M., & Meiden, C. (2021). Fraud Diamond Analysis In Fraudulent Financial Statement Detection Using Beneish M-Score. Jurnal Riset Akuntansi Terpadu, 14(2), 194. https://doi.org/10.35448/jrat.v14i2.12694

Kurniawati, E., & Raharja, S. (2012). Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Financial Statement Fraud Dalam Perspektif Fraud Triangle. Diponegoro Journal of Accounting, 1–30.

Meidawati, N., Nurfauziya, A., & Chasanah, U. (2020). Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kebijakan Dividen. Nominal: Barometer Riset Akuntansi Dan Manajemen, 9(2), 310–327.

Mukaromah, I., & Budiwitjaksono, G. S. (2021). Fraud Hexagon Theory dalam Mendeteksi Kecurangan Laporan Keuangan pada Perbankan yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Tahun 2015-2019. Jurnal Ilmiah Komputerisasi Akuntansi, 14(1), 61–72.

Mulya, A., Rahmatika, D. N., & Kartikasari, M. D. (2019). Pengaruh Fraud Pentagon (Pressure, Opportunity, Rationalization, Competence dan Arrogance) Terhadap Pendeteksian Fraudulent Financial Statement Pada Perusahaan Property, Real Estate and Building Construction yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Permana : Jurnal Perpajakan, Manajemen, Dan Akuntansi, 11(1), 11–25. https://doi.org/10.24905/permana.v11 i1.22.

Nisa Nafisa Sholikhah, & Trisnawati, R. (2022). Pengaruh Kebijakan Dividen, Ukuran Perusahaan, Profitabilitas, Kepemilikan Institusional Dan Kepemilikan Manajerial Terhadap Nilai Perusahaan (Studi Empiris Pada Perusahaan Manufaktur Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia pada Tahun 2018-2020). Ekonomi Dan Bisnis, 11(1), 1191–1200.

Nurbaiti, A., & Cipta, A. T. (2022). Fraud Hexagon untuk Mendeteksi Indikasi Financial Statement Fraud. E-Jurnal Akuntansi, 32(10), 2977–2990. https://doi.org/10.24843/eja.2022.v32.i10.p06

Octani, J., Dwiharyadi, A., & Djefris, D. (2021). Analisis Pengaruh Fraud Hexagon Terhadap Fraudulent Financial Reporting Pada Perusahaan Sektor Keuangan yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Selama Tahun 2017-2020. Jabei, 1(1), 36–49.

Oktafiana, N. F., Nisa, K., & Sari, S. P. (2019). Analisis Fraud Laporan Keuangan dengan Wolfe & Hermanson’s Fraud Diamond Model Pada Perusahaan LQ45 di Bursa Efek Indonesia. Prosiding The 5th Seminar Nasional, 246–258.

Permata Sari, S., & Kurniawan Nugroho, N. (2020). Financial Statements Fraud dengan Pendekatan Vousinas Fraud Hexagon Model: Tinjauan pada Perusahaan Terbuka di Indonesia. Proceedings of 1st Annual Conference on IHTIFAZ: Islamic Economics, Finance, and Banking (ACI-IJIEFB), 409–430.

Putri, J., & Apriwenni, P. (2022). Jurnal Ekonomi dan Bisnis Dharma Andalas. 24(2), 362–373.

Raihan Noval Akbar, Adam Zakaria, & Rida Prihatni. (2022). Financial Statement Analysis of Fraud With Hexagon Theory Fraud Approach. Jurnal Akuntansi, Perpajakan Dan Auditing, 3(1), 137–161. https://doi.org/10.21009/japa.0301.09

Raphelanda, N. D. (2022). Analisis Pengaruh Fraud Hexagon Dalam Mendeteksi Financial Statement Fraud (Studi Empiris pada Perusahaan Sektor Kesehatan, Sektor Keuangan, Sektor Teknologi, Sektor Properti & Real Estate, dan Sektor Transportasi & Logistik yang Terdaftar di Bursa Efek I. In Universitas Lampung: Vol. Fakultas E.

Sari, S. P., & Nugroho, N. K. (2020). Financial Statements Fraud dengan Pendekatan Vousinas Fraud Hexagon Model: Tinjauan pada Perusahaan Terbuka di Indonesia. Proceedings of 1st Annual Conference on IHTIFAZ: Islamic Economics, Finance, and Banking (ACI-IJIEFB), 409–430.

Siddiq, R. F., Achyani, F., & Zulfikar. (2017). Fraud Pentagon Dalam Mendeteksi Financial Statement Fraud. Seminar Nasional Dan the 4Th Call for Syariah Paper, ISSN 2460-0784, 1–14.

Spence, Michael. (1973). Job Market Signaling. The Quarterly Journal of Economics, Vol. 87, No. 3. (Aug., 1973), pp. 355-374.

Standar Akuntansi Keuangan (SAK). 2018. Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) No 1: Penyajian Laporan Keuangan. Jakarta: IAI

Suhartono, S. (2020). Analisis Pengaruh Fraud Diamond Dan Good Corporate Governance Dalam Mendeteksi Kemungkinan Terjadinya Fraudulent Financial Statement. Jurnal Bina Akuntansi, 7(2), 175–207. https://doi.org/10.52859/jba.v7i2.93

Vousinas, Georgios L. (2019). Advancing Theory Of Fraud: The S.C.O.R.E. Model. Journal of Financial Crime 26(1):372–81.

Wolfe, D., & Hermanson, D. R. (2004). The Fraud Diamond: Considering Four Elements of Fraud. The CPA Journal, 74, 38-42.




DOI: https://doi.org/10.32897/jsikap.v8i1.2878

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2023 Jurnal SIKAP (Sistem Informasi, Keuangan, Auditing Dan Perpajakan)

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

Published by:

Program Studi Akuntansi  
Fakultas Ekonomi
Universitas Sangg Buana
Bandung, Jawa Barat, Indonesia
p-ISSN: 2541-1691 e-ISSN: 2599-1876

Creative Commons License
Jurnal SIKAP by Program Studi Akuntansi licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

View My Stats